Tunggu Sebentar...
Teknologi

Platform Game Steam Hentikan Pembayaran dengan Bitcoin

game steam, bitcoin

Kang Jee – Pada 6 Desember 2017 lalu, platform distribusi game computer terkenal Steam mengumumkan telah menghentikan dukungan pembayaran dengan Bitcoin. Menurut Valve, perusahaan di balik platform Steam, keputusan ini mereka ambil karena harga Bitcoin yang cenderung berfluktuasi (naik turun) terlalu jauh, serta tingginya biaya yang dibutuhkan untuk memproses sebuah transaksi pembayaran dengan Bitcoin.

Steam mulai mendukung pembayaran dengan menggunakan Bitcoin di beberapa wilayah sejak tahun 2016 lalu. Untuk melakukan hal tersebut, mereka menjalin kerja sama dengan layanan pembayaran Bitcoin bernama Bitpay.

Biaya transaksi yang dikenakan oleh jaringan Bitcoin kepada pengguna di tahun ini mengalami peningkatan tajam, mencapai US$20 (sekitar Rp270.000) untuk setiap transaksi pada minggu lalu. Angka ini jauh dibandingkan biaya yang ditetapkan saat awal kami meresmikan kerja sama ini, yaitu sekitar US$zero,2 (sekitar Rp2.seven-hundred)
Tim Steam,
Sebagai informasi, untuk pembelian sebuah sport di Steam dengan Bitcoin, seorang pengguna harus mentransfer Bitcoin sesuai harga game tersebut, serta sejumlah Bitcoin tambahan sebagai biaya transaksi. Karena begitu cepatnya fluktuasi harga Bitcoin saat ini, biaya transaksi tersebut bisa ikut jauh lebih tinggi (atau lebih rendah) apabila pengguna tidak lekas menyelesaikan pembayaran.

Menurut Steam, jika pengguna membayar dengan sistem pembayaran tradisional, mereka bisa mengatasi masalah perubahan nilai mata uang tersebut dengan cara meminta biaya tambahan atau melakukan pengembalian dana (refund). Namun dalam kasus Bitcoin, biaya untuk hal tersebut bisa sangat tinggi.

“Saat ini, kami tidak bisa bertahan untuk mendukung Bitcoin sebagai pilihan pembayaran. Namun di kemudian hari, kami bisa saja melakukan evaluasi ulang untuk kembali menghadirkan fitur pembayaran menggunakan Bitcoin,” jelas tim Steam dalam pernyataan resmi mereka.

Di Indonesia sendiri, financial institution Indonesia telah melarang seluruh penyelenggara jasa sistem pembayaran untuk memfasilitasi transaksi dengan mata uang virtual (cryptocurrency) seperti Bitcoin lewat Peraturan financial institution Indonesia Nomor 18/40/PBI/2016. Namun sejauh ini, belum ada aturan spesifik yang mengatur tentang cryptocurrency sebagai komoditi investasi.