Tunggu Sebentar...
Nuansa Islam

Menutup, Tapi Ingin Dilihat

Kang Jee – Menutup, Tapi Ingin Dilihat

Allah berfirman dalam surah Al-Ahzab ayat 32

إن اتقيتن فلا تخضعن باقول فيطمع الذي في قلبه مرض و قلن قولا معرفا

“Maka janganlah kamu (wanita) tunduk (menghaluskan suara) dalam berbicara, sehingga berkeinginanlah orang yang ada penyakit dalam hatinya dan ucapkanlah perkataan yang baik.” (Al-Ahzab:32)

Allah sudah menegaskan dalam firmannya agar wanita menjaga kehormatannya di depan para aijnabi (bukan mahram).

Seorang wanita bercadar, menutup dari kepala hingga kaki hakikatnya ia tak ingin diganggu oleh ajnabi saat keluar dari rumahnya.

Namun sekarang, di zaman yang begitu canggih dan modern, ketika maraknya foto selfie dengan background indah seperti alam, hutan, gunung dan laut menjadi buruan para wanita untuk berpose cantik lalu mengunggah.

Terlebih kepada sang wanita bercadar, yang mereka fikir jika mengunggah foto ke social media aman karena mereka tak terlihat oleh orang lain.

Tetapi, tahukah kita? Semakin kita tertutup rapat, jilbab semakin lebar lelaki ajnabi di luar sana akan lebih penasaran akan diri seorang wanita bercadar bagaimana?

Cantikkah dia, putihkah kulitnya, mancungkah hidungnya? Dan para lelaki yang sulit menundukkan pandangan akan sangat cepat tergoda dengan hal itu.

Jika sudah seperti itu rasanya bukan lagi lelaki yang harus mengejar wanita untuk dihalalkan, namun sang perempuanlah yang dengan sengaja memberi.

Social media atau yang lebih dikenal dengan sebutan sosmed, bukan hanya satu atau dua orang saja yang menggunakannya, namun hampir semua kalangan di setiap Negara itu memakainya.

Zaman sekarang begitu mudah bagi orang lain untuk mengetahui indetitas seseorang, hanya melalui social media yang digunakannya. Dan dengan mudah pula bagi siapa saja untuk mencuri foto lalu disimpan dan akhirnya di khayalin oleh lelaki ajnabi.

Sungguh kerugian yang amat besar, di dunia dan di akhirat. Malaikat mencatat dosa seorang perempuan meski ia tengah terlelap atau tengah melakukan kebaikan, karena apa? Fotonya yang bertebaran di social media yang di lihat oleh yang bukan mahramnya.

Tujuan bercadar untuk menutup diri agar tak terlihat oleh siapapun kecuali mahramnya, namun sekarang tak sedikit kita melihat wanita-wanita bercadar salah niat.

Alasan untuk berdakwah salah satu cara mereka menolak kebaikan dan nasehat yang diberi, karena sebenarnya untuk berdakwah tak harus mengupload foto diri, cukup dengan tulisan yang bermanfaat maka itu sudah tergolong berdakwah yang luar biasa.

Dalam 4 mazhab berbeda pendapat tentang hukum bercadar, namun semua mazhab memwajibkan untuk menutup aurat serapat-rapatnya dan sesuai dengan syariat islam.

Dalam mazhab Imam Syafii beliau mensunnahkan bercadar, namun wajib bagi mereka perempuan yang cantik dan bisa timbul fitnah jika ia keluar rumah, maksudnya menjadi fitnah yaitu: semua lelaki ajnabi tertarik untuk menikahinya, maka sang perempuan ini wajib untuk bercadar.

Dalam Imam Maliki sendiri memakai cadar hukumnya sunnah dan menjadi wajib jika dikhawatirkan menimbulkan fitnah.

Dalam Imam Hambali beliau berpendapat memakai cadar hukumnya wajib, dan seluruh tubuhnya adalah aurat di depan ajnabi.

Dalam Imam Hanafi hukum cadar adalah sunnah dan wajib bila dikhawatirkan menimbul fitnah.

Al Allamah Ibnu Najiim berkata:
“Para ulama madzhab kami berkata bahwa terlarang bagi wanita muda untuk menampakkan wajahnya di hadapan para lelaki di zaman ini, karna di khawatir menimbulkan fitnah” (Al Bahr Ar Raaiq, 284).

Wallahu a’lam bisawab dan kebenaran hanya milik Allah semata

Putri Siria~