Tunggu Sebentar...
Nuansa Islam

Jodoh itu Cerminan Diri

jodoh, jomblo

Kang Jee~

Jodoh Cerminan Diri

Saat kita menginginkan jodoh yang high level atau istilahnya derajat tinggin seperti kaya, soleh, kerja kantor, pengusaha sukses, dan lain sebagainya.

Pernah tidak, kita terlintas di pikiran untuk seseorang yang sederhana, berjuang bersama dalam hal apapun, menerima apa adanya tanpa menuntut ini dan itu?

Ada, namun sedikit. Dan terkadang wanita solehah pun menginginkan seorang lelaki yang soleh, baik, lembut, penyayang, jenggotan, tidak isbal, hafidz dan lain-lain. Sedang kita tahu bahwa manusia tak sesempurna itu.

Allah berfirman dalam surah An-Nur ayat 26

“الخبيثت للخبيثين والخبيثون للخبيثت والطيبت للطيبين و الطيبون للطيبت اولىك مبرءون مما يقولون لهم مغفرة ورزق كريم

“ Perempuan-perempuan yang keji untuk laki-laki keji, dan laki-laki keji untuk perempuan-perempuan yang keji (pula), sedangkan perempuan-perempuan yang baik untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik untuk perempuan-perempuan yang baik (pula). Mereka itu bersih dari apa yang dituduhkan orang. Mereka memperoleh ampunan dan rezeki yang mulia (surga).

Ayat ini menunjukkan kesucian “Aisyah r.a dan Safwan dari segala tuduhan yang ditunjukkan kepada mereka. Rasulullah adalah orang yang paling baik menjadi istri beliau.

Sungguh mustahil jika seorang penzina mendapatkan seseorang yang beriman, kecuali ia bertaubat dengan sungguh-sungguh dan sebaik-baik taubat, memohon ampun kepada Allah dengan amat penyesalan dalam diri, dan tak melakukan nya lagi.

Allah sudah mengatakan bahwasanya lelaki baik hanya untuk wanita-wanita baik dan begitu juga sebalaiknya. Dan mereka yang baik itu bersih dari dosa, sebab mendapatkan ampunan dari Allah dan mereka juga memperoleh rezeki yang mulia yaitu berupa surge.

Jodoh adalah cerminan diri, itu benar. Jika seseorang menginginkan jodoh  yang baik ia pun harus baik pula, ingin yang soleh harus solehah. Ketika seseorang mendapatkan yang hafidz namun ia bukan hafidzah itu nama rezeki dari Allah. Kenapa bisa? Sebab kita mungkin taat kepada-Nya hingga Allah datangkan seseorang yang tak terduga.

Jangan hanya bilang, toh jodoh juga datang sendiri. Tetapi juga harus ingat bahwa memang benar Allah sudah menyiapkan jodoh masing-masing jauh sebelum kita lahir ke dunia, namun Allah member sinyal kepada setiap hamba-Nya, menganugerahkan rasa cinta dan sayang tapi jangan dinodai dengan maksiat.

Rasa yang hadir dalam jiwa itu Allah yang beri, namun di situ Allah juga menguji, mampukah seseorang melawan hawa nafsu dan bisikan syeitan.

Jodoh juga di cari bukan semata-mata hanya menunggu tanpa usaha dan doa. Usahanya itu ya berbenah diri, memperbaiki diri, lebih dekat lagi dengan sang Rabbi, meminta tanpa henti agar segera dia menghampiri.

Ketika jodoh tak kunjung datang sedangkan usia sudah berlanjut , jangan bersedih atau berhenti meminta sama Allah, karena mungkin saja Allah tunggu waktu yang tepat dan ingin menguji kesabaran dan keihklasan di dalam diri kita.

Tetap husnudzon atau berprasangka baik terhadap Allah, jodoh tak datang-datang bukan sebuah beban namun muhasabah bagi kita, dosa apa yang kita lakukan sehingga sang jodoh tak juga melamar.

Berbenah diri terus menerus, jangan pantang menyerah, yakin akan Allah datangkan segera sang jodoh untuk melamar.

Tetap menanti dalam ketaatan, jaga pandangan agar sang jodoh di sana juga melakukan hal yang sama. Jangan pernah biarkan cinta hadir dengan tiba-tiba dan lalu menjadi noda.

Jika menginginkan hal baik maka lakukan hal baik, sebab semua apa yang kita lakukan begitu juga hasilnya.

Yuk intropeksi, muhasabah lalu perbaiki lagi, lagi dan lagi

Wallahu a’lam bisawab, kebenaran hanya milik Allah semata

Putri Siria~