Tunggu Sebentar...
Nuansa Islam

Cantik,Tapi Konsumsi Publik

Kang Jee – Cantik, Tapi Konsumsi Publik

Masih membahas wanita, yang hobby upload foto selfie atau diri dan seakan hal itu tak bisa di pungkiri.

Syari’i sudah, jilbab tebal oke, pakaian longgar mantap, lebar lewati dada dan punggung, kaus kaki tak pernah absen di pakai, manset tangan selalu di kenakan.

Tetapi, satu yang salah dari diri seorang muslimah, ketika ia tak mampu menahan rasa nafsunya untuk tidak mengupload foto-fotonya di social media. Terlebih sekarang ini social media semakin canggih, hingga ada yang namanya snapgram, statusku yang diposting hanya dalam waktu 24 jam lalu menghilang.

Saat menggunggah foto apa yang ingin kita dapatkan? Followers bertambah, likers ribuan, komentar ratusan? Manfaatkah itu? Meski tak semua mencari itu tapi sebagian besar niatnya memang begitu.

Ketika nasihat baik datang dari temannya yang mungkin tak se syari’i dia pasti keluar berbagai alasan yang menolak   kebaikan itu.

Allah berfirman dalam surah Al-Ahzab ayat 31

ومن يقنت منكن لله ورسوله و تعمل صلحا نؤتها أجرها مرتين وأعتد نا لها رزقا كريما

”Dan barang siapa diantara kamu (istri-istri Nabi) tetap taat kepada Allah dan Rasul-Nya dan mengerjakan kebajikan, niscaya Kami berikan pahala kepadanya dua kali lipat dan Kami sediakan rezeki yang mulia”

Seperti firman Allah, jika kita mengerjakan kebajikan maka Allah akan berikan kita pahala dua kali lipat dan di tanbah dengan rezeki yang mulia. Ketika logika berfikir apakah dengan memperlihatkan diri kepada orang-orang di sana yang kita sendiri tak tahu suatu kebajikan? Sedang perempuan di wajibkan untuk menutup aurat dengan serapat-rapatnya.

Meski muka bukan aurat tetapi baiknya jangan pamerkan, yang bisa membuat ajnabi tak bisa menundukkan pandangannya.

Allah berfirman lagi dalam surah Al-Ahzab ayat 33

وقرن في بيوتكن ولا تبرجن تبرج الجهلية الأولى وأقمن الصلوة وءاتين الزكوة وأطعن الله ورسوله إنما يريد الله ليذهب عنكم ارجس أهل البيت و يطهركم تطهيرا

“ Dan hendaklah kamu tetap di rumahmu dan janganlah kamu berhias dan (bertingkah laku) seperti orang-orang jahiliah dahulu, dan laksanakan salat, tunaikan zakat dan taatilah Allah dan Rasul-Nya. Sesungguhnya Allah bermaksud hendak menghilangkan dosa dari kamu, wahai ahlul bait dan membersihkan kamu sebersih-bersihnya”

Wanita, sebaiknya di rumah kata Allah. Allah larang sebab Dia tahu keburukan yang menimpa seseorang.

Kamu cantik, tapi konsumsi public. Jangan jadi wanita zaman jahiliah dahulu, ketika ilmu pengetahuan sudah kita dapat maka amalkan itu semua.

Ketika Allah hendak menghilangkan dosa-dosa di diri kita maka bersyukurlah kita karena Dia masih sayang terhadap diri yang selalu melakukan kesalahan.

Ada sedikit rasa malu di dalam diri daripada tak punya sama sekali, adakah kita berfikir saat kecantikan yang telah Allah anugerahkan ini kita pamerkan kepada yang bukan mahram? Tak inginkah kita menyimpan kecantikan hanya untuk mereka yang halal melihatnya?

Sungguh, betapa shalihah nya perempuan yang mampu mejaga kehormatannya, menjaga dirinya hanya untuk suaminya kelak.

Bukan mudah memang, ketika sudah menjadi kebiasaan melakukan hal itu maka sulit untuk diubah atau dihilangkan. Namun, saat ada niat dan keingginan yang kuat Allah bantu, biidznillah dengan izin Allah hal itu mampu kita ubah.

Usaha tak mengkhianati hasil, begitu kata orang hebat. Tak lupa juga untuk berdoa karna semua yang terjadi bercampiur tangan Sang Rabbi.

Yuk muhasabah lagi, perbaiki lagi dan lagi.

Wallahu a’lam bisawab, kebenaran hanya milik Allah

Putri Siria~