Tunggu Sebentar...
Bisnis

3 Langkap lengkap Cara Riset Pasar Untuk Bisnis Anda di Indonesia

← sambungan…


Kang Jee – Setelah Anda melakukan 3 langkah cara riset pasar pada artikel sebelumnya (Baca: 3 langkah ), sekarang saya akan melanjutkan ke langkah selanjutnya.

3 langkah Cara Melakukan Riset Pasar untuk Startup/Bisnis di Indonesia

Langkah 1: Kenali kompetitor Anda dan Ketahui hambatan yang akan kamu hadapi.

Sumber : PocketGamer

Cari jawaban dari pertanyaan-pertanyaan berikut:

  • Siapa saja yang telah menghadirkan layanan serupa di tanah air?
  • Adakah kelemahan dari mereka yang bisa kamu manfaatkan?
  • Apakah infrastruktur internet yang ada saat ini telah bisa kamu gunakan untuk menjangkau target pasar kamu?
  • Adakah regulasi yang akan menghambat operasional startup kamu?

Langkah 2: Uji prototipe dari produk kamu 

sumber : Usability Geek

Setelah melakukan hal-hal di atas, kamu perlu mengetahui apakah solusi yang kamu hadirkan benar-benar disukai oleh masyarakat. Untuk itu, kamu perlu membuat sebuah prototipe produk yang bisa dicoba oleh orang lain. Setelah jadi, prototipe tersebut pun harus kamu sajikan kepada calon pengguna.

Berikut ini adalah langkah-langkah yang harus kamu lakukan:

1. Membuat prototipe

Tenang saja, di tahap ini kamu tidak perlu membuat produk yang sempurna. Kamu bisa membuat contoh produk lewat platform seperti Ionic Framework atau MarvelApp untuk aplikasi mobile, atau dengan Adobe XD dan Sketch untuk perangkat desktop atau tablet. Kamu bahkan juga bisa membuatnya dengan memanfaatkan fitur Hyperlink di PowerPoint atau Keynote.

2. Mempersiapkan skenario

Dalam melakukan tes, kamu tidak boleh bertanya secara langsung seperti, “untuk melakukan pembelian kira-kira harus menekan tombol yang mana?” Namun kamu harus membuat sebuah skenario agar sang pengguna terkondisikan di situasi sehari-hari.

3. Mencari siapa yang akan diuji, sesuai dengan target pasar yang telah ditentukan di awal.

4. Mempersiapkan alat perekam

5. Mencatat tingkat kesuksesan

Buat urutan langkah-langkah seperti gambar di atas, lalu catat apakah pengguna bisa mencapai tahap akhir dengan mudah atau tidak. Apabila ada satu tahap yang tidak dimengerti pengguna, kamu tidak perlu menunjukkan caranya. Kamu bisa menghentikan tes tersebut saat itu juga, dan berusaha melakukan evaluasi di kemudian hari.

Langkah 3: Terus pantau tren yang berkembang di pasar

Setelah melakukan hal-hal di atas, praktis kamu hanya perlu membuat produk yang bisa berjalan dengan baik, lalu meluncurkannya ke pasar. Namun kamu harus ingat, kalau itu hanya awal dari perjalanan kamu membangun startup.

Ke depannya, kamu harus terus memantau secara berkala bagaimana tren yang berkembang di masyarakat, adakah yang bisa kamu manfaatkan? Adakah tren baru yang membuat layanan kamu ditinggalkan? Adakah aturan baru dari pemerintah yang kemudian menghambat operasional layanan kamu?

Untuk itu kamu bisa memanfaatkan beberapa data, yang berasal dari:

  • Data internal kamu, mulai dari Monthly Active Users (MAU), Customer Acquisition Cost (CAC), hingga Retention Rate.
  • Google Trends
  • Trending topic di Facebook dan Twitter
  • Pengamatan secara langsung di lapangan
  • Pemaparan para ahli di media atau acara